Labels

Rabu, 18 Juli 2012

Tugas Etika dan Profesionalisme TSI ke-2

1. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis ancaman atau gangguan yang ada pada teknologi sistem informasi?

Jawab:
Keamanan merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian sistem informasi. Keamanan dimaksudkan untuk mencegah ancaman dan gangguan terhadap sistem serta untuk mendeteksi dan memperbaiki akibat segala kerusakan sistem.

A.  ANCAMAN TERHADAP SISTEM INFORMASI
Secara garis besar, ancaman terhadap sistem informasi terbagi dua :
1.    Ancaman Aktif
-  Kejahatan terhadap komputer
-  Kecurangan
2.    Ancaman Pasif
-  Kegagalan sistem
-  Kesalahan manusia
-  Bencana alam
Tabel 1. Ancaman terhadap sistem informasi

Macam Ancaman

Contoh

Bencana alam dan politik
·         Gempa bumi, banjir, kebakaran, perang
Kesalahan manusia
·         Kesalahan pemasukkan data
·         Kesalahan penghapusan data
·         Kesalahan operator (salah memberi label pada pita magnetik)
Kegagalan perangkat lunak dan perangkat keras
·         Gangguan listrik
·         Kegagalan peralatan
·         Kegagalan fungsi perangkat lunak
Kecurangan dan kejahatan komputer
·         Penyelewengan aktivitas
·         Penyalahgunaan kartu kredit
·         Sabotase
·         Pengaksesan oleh orang yang tidak berhak
Program yang jahat / usil
·         Virus, cacing (worm), bom waktu, dll.
  

B.  GANGGUAN-GANGGUAN TERHADAP SISTEM INFORMASI
Gangguan-gangguan terhadap sistem informasi dapat dilakukan secara :
1 1. Tidak sengaja
Gangguan terhadap sistem informasi yang dilakukan secara tidak sengaja dapat terjadi karena :
a)    Kesalahan teknis (technical errors)
-  Kesalahan perangkat keras (hardware problems)
-  Kesalahan di dalam penulisan sintak perangkat lunak (syntax errors)
-  Kesalahan logika (logical errors)
b)    Gangguan lingkungan (environmental hazards
-  Kegagalan arus listrik karena petir
       c)    Kesalahan manusia (human errors)
     2. Sengaja
   Kegiatan yang disengaja untuk menganggu sistem informasi termasuk dalam kategori :
a)    Computer abuse : adalah kegiatan sengaja yang merusak atau menggangu sistem informasi.
b)    Computer crime (Computer fraud) : adalah kegiatan computer abuse yang melanggar hukum, misalnya membobol sistem komputer. 
c)    Computer related crime : adalah kegiatan menggunakan teknologi komputer untuk melakukan kejahatan, misalnya dengan menggunakan internet untuk membeli barang dengan menggunakan kartu kredit.
Cara Melakukan Gangguan-gangguan Sistem Informasi
  Ada tiga cara untuk melakukan gangguan terhadap sistem informasi :
1       - Data Tampering
2       - Penyelewengan program
3       - Penetrasi ke sistem informasi
  >  Data Tampering atau Data Diddling  
Data Tampering adalah merubah data sebelum, atau selama proses dan sesudah proses dari sistem informasi.
Data diubah sebelum diproses yaitu pada waktu data ditangkap di dokumen dasar atau pada saat diverifikasi sebelum dimasukkan ke sistem informasi.
Data diubah pada saat proses sistem informasi biasanya dilakukan pada saat dimasukkan ke dalam sistem informasi.
Data diubah setelah proses sistem informasi yaitu dengan mengganti nilai keluarannya. Data diubah dapat diganti, dihapus atau ditambah.
 Kegiatan data tampering ini biasanya banyak dilakukan oleh orang dalam perusahaan itu sendiri.
  >  Penyelewengan Program (Programming Fraud)
Dengan cara ini, program komputer dimodifikasi untuk maksud kejahatan tertentu.
 Teknik-teknik yang termasuk dalam kategori ini adalah :
·         Virus
Virus berupa penggalan kode yang dapat menggandakan dirinya sendiri, dengan cara menyalin kode dan menempelkan ke berkas program yang dapat dieksekusi. Selanjutnya, salinan virus ini akan menjadi aktif jika program yang terinfeksi dijalankan.
 Contoh virus jahat adalah CIH atau virus Chernobyl, yang melakukan penularan melalui e-mail.
·         Cacing (Worm)
Cacing adalah suatu program yang dapat menggandakan dirinya sendiri dengan cepat dan menulari komputer-komputer dalam jaringan.
Contoh worm yang terkenal adalah yang diciptakan oleh Robert Morris pada tahun 1988. Program yang dibuatnya dapat menyusup ke jaringan yang menghubungkan Massachusets Institute of Technology, perusahaan RAND, Ames Research Center-nya NASA, dan sejumlah universitas di Amerika. Worm ini telah menyebar ke 6000 komputer sebelum akhirnya terdeteksi.   
·         Kuda Trojan (Trojan Horse)
Kuda Trojan adalah program komputer yang dirancang agar dapat digunakan untuk menyusup ke dalam sistem.
Sebagai contoh, Trojan Horse dapat menciptakan pemakai dengan wewenang supervisor atau superuser. Pemakai inilah yang nantinya dipakai untuk menyusup ke sistem. Contoh Trojan Horse  yang terkenal adalah program pada Macintosh yang bernama Sexy Ladies HyperCard yang pada tahun 1988 membawa korban dengan janji menyajikan gambar-gambar erotis. Sekalipun janjinya dipenuhi, program ini juga menghapus data pada komputer-komputer yang memuatnya.
·         Round down Technique
Teknik ini merupakan bagian program yang akan membulatkan nilai pecahan ke dalam nilai bulat dan mengumpulkan nilai-nilai pecahan yang dibulatkan tersebut.
Bila diterapkan di bank misalnya, pemrogram dapat membulatkan ke bawah semua biaya bunga yang dibayarkan ke nasabah, dan memasukkan pecahan yang dibulatkan tersebut ke rekeningnya.
·         Salami Slicing
Merupakan bagian program yang memotong sebagian kecil dari nilai transaksi yang besar dan menggumpulkan potongan-potongan ini dalam suatu periode tertentu.
Misalnya suatu akuntan di suatu perusahaan di California menaikkan sedikit secara sistematik biaya-biaya produksi. Bagian-bagian yang dinaikkan ini kemudian dikumpulkan selama periode tertentu dan diambil oleh akuntan tersebut.
·         Trapdoor
Adalah kemungkinan tindakan yang tak terantisipasi yang tertinggal dalam program karena ketidaksengajaan. Disebabkan sebuah program tidak terjamin bebas dari kesalahan, kesalahan yang terjadi dapat membuat pemakai yang tak berwenang dapat mengakses sistem dan melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak boleh dan tidak dapat dilakukan.
·         Super zapping
Adalah penggunaan tidak sah dari program utiliti Superzap yang dikembangkan oleh IBM untuk melewati beberapa pengendalian-pengendalian sistem yang kemudian melakukan kegiatan tidak legal.
·         Bom Logika atau Bom Waktu (Logic bomb atau Time bomb)
Bom logika atau bom waktu adalah suatu program yang beraksi karena dipicu oleh sesuatu kejadian atau setelah selang waktu berlalu.
Program ini biasanya ditulis oleh orang dalam yang akan mengancam perusahaan atau membalas dendam kepada perusahaan karena sakit hati.
Contoh kasus bom waktu terjadi di USPA, perusahaan asuransi di Forth Worth. Donal Burkson, seorang programmer pada perusahaan tersebut dipecat karena sesuatu hal. Dua hari kemudian, sebuah bom waktu mengaktifkan dirinya sendiri dan menghapus kira-kira 160.000 rekaman-rekaman penting pada komputer perusahaan tersebut.    
  >  Penetrasi ke Sistem Informasi
Yang termasuk dalam cara ini adalah :
-  Piggybacking
Piggybacking adalah menyadap jalur telekomunikasi dan ikut masuk ke dalam sistem komputer bersama-sama dengan pemakai sistem komputer yang resmi.
-  Masquerading atau Impersonation 
    Masquerading atau Impersonation yaitu penetrasi ke sistem komputer dengan memakai identitas dan password dari orang lain yang sah. Identitas dan password ini biasanya diperoleh dari orang dalam.
-  Scavenging
Scavenging yaitu penetrasi ke sistem komputer dengan memperoleh identitas dan password dari mencari di dokumen-dokumen perusahaan.
Data identitas dan password diperoleh dari beberapa cara mulai dari mencari dokumen di tempat sampah sampai dengan mencarinya di memori-memori komputer.
-  Eavesdropping
Eavesdropping adalah penyadapan informasi di jalur transmisi privat.
Misalnya adalah yang dilakukan oleh Mark Koenig sebagai konsultan dari GTE. Dia menyadap informasi penting lewat telpon dari nsabah-nasabah Bank of America dan menggunakan informasi tersebut untuk membuat sebanyak 5500 kartu ATM palsu.
Selain cara di atas, metode yang umum digunakan oleh orang dalam melakukan penetrasi ke sistem informasi ada 6 macam (Bodnar dan Hopwood,1993), yaitu:
  •   Pemanipulasian masukkan
Dalam banyak kecurangan terhadap komputer, pemanipulasian masukkan merupakan metode yang paling banyak digunakan, mengingat hal ini dapat dilakukan tanpa memerlukan ketrampilan teknis yang tinggi.
  •  Penggantian program
Pemanipulasian melalui program dapat dilakukan oleh para spesialis teknologi informasi.
  • Penggantian berkas secara langsung
Pengubahan berkas secara langsung umum dilakukan oleh orang yang punya akses secara langsung terhadap basis data.
  • Pencurian data
Pencurian data seringkali dilakukan oleh “orang dalam” untuk dijual.
Salah satu kasus yang terjadi pada Encyclopedia Britanica Company. Perusahaan ini menuduh seorang pegawainya menjual daftar nasabah ke sebuah pengiklan direct mail seharga $3 juta. 
 
  • Sabotase

Sabotase dapat dilakukan dengan berbagai cara oleh Hacker atau Cracker.

 Hacker   : para ahli komputer  yang  memiliki  kekhususan  dala menjebol keamanan  sistem  komputer  dengan  tujuan publisitas 
Cracker : penjebol sistem komputer yang bertujuan untuk melakukan pencurian atau merusak sistem.
Berbagai teknik yang digunakan untuk melakukan hacking :
-       Denial of Service
 Teknik ini dilaksanakan dengan cara membuat permintaan yang sangat banyak terhadap suatu situs, sehingga sistem menjadi macet dan kemudian dengan mencari kelemahan pada sistem, si pelaku melakukan serangan terhadap sistem.
  -        Sniffer
Teknik ini diimplementasikan dengan membuat program yang dapat melacak paket data seseorang ketika paket tersebut melintasi internet, menangkap password atau menangkap isinya.
  -       Spoofing
Melakukan pemalsuan alamat e-mail atau web dengan tujuan untuk menjebak pemakai agar memasukkan informasi yang penting seperti password atau nomor kartu kredit.
  • Penyalahgunaan dan pencurian sumber daya komputasi
Merupakan bentuk pemanfaatan secara ilegal terhadap sumber daya komputasi oleh pegawai dalam rangka menjalankan bisnisnya sendiri.
 
2. Bagaimana cara menanggulangi ancaman atau gangguan tersebut? 

   
A. Pengendalian akses.


Pengendalian akses dapat dicapai dengan tiga langkah, yaitu:


a) Identifikasi pemakai (user identification).


Mula-mula pemakai mengidentifikasikan dirinya sendiri dengan menyediakan sesuatu yang diketahuinya, seperti kata sandi atau password. Identifikasi tersebut dapat mencakup lokasi pemakai, seperti titik masuk jaringan dan hak akses telepon.


b) Pembuktian keaslian pemakai (user authentication).


Setelah melewati identifikasi pertama, pemakai dapat membuktikan hak akses dengan menyediakan sesuatu yang ia punya, seperti kartu id (smart card, token dan identification chip), tanda tangan, suara atau pola ucapan.


c) Otorisasi pemakai (user authorization).


Setelah melewati pemeriksaan identifikasi dan pembuktian keaslian, maka orang tersebut dapat diberi hak wewenang untuk mengakses dan melakukan perubahan dari suatu file atau data.


B. Memantau adanya serangan pada sistem.


Sistem pemantau (monitoring system) digunakan untuk mengetahui adanya penyusup yang masuk kedalam sistem (intruder) atau adanya serangan (attack) dari hacker. sistem ini biasa disebut “intruder detection system” (IDS). Sistem ini dapat memberitahu admin melalui e-mail atau melalui mekanisme lain. Terdapat berbagai cara untuk memantau adanya penyusup. Ada yang bersifat aktif dan pasif. IDS cara yang pasif misalnya dengan melakukan pemantauan pada logfile.


C. Penggunaan enkripsi.


Salah satau mekanisme untuk meningkatkan keamanan sistem yaitu dengan menggunakan teknologi enkripsi data. Data-data yang dikirimkan diubah sedemikian rupa sehingga tidak mudah diketahui oleh orang lain yang tidak berhak.
3. Apa peranan keamanan jaringan (menggunakan kabel dan wireless) pada teknologi sistem informasi?
  
Peranan keamanan jaringan (menggunakan kabel dan wireless) pada teknologi sistem informasi ada beberapa metode yang dapat diterapkan. Metode-metode tersebut adalah sebagai berikut:


·         Pembatasan akses pada suatu jaringan


Ada 3 beberapa konsep yang ada dalam pembatasan akses jaringan, yakni


sebagai berikut:
  •    Internal Password Authentication  
        Password yang baik menjadi penting dan sederhana dalam keamanan suatujaringan.  Kebanyakan masalah dalam keamanan jaringan disebabkan karenapassword yang buruk. Cara yang tepat antara lain dengan menggunakan shadow password dan menonaktifkan TFTP.
  • Server-based password authentication
  • Firewall dan Routing Control


·         Menggunakan metode enkripsi tertentu


Dasar enkripsi cukup sederhana. Pengirim menjalankan fungsi enkripsi pada pesan plaintext, ciphertext yang dihasilkan kemudian dikirimkan lewat jaringan, dan penerima menjalankan fungsi dekripsi (decryption) untuk mendapatkan plaintext semula. Proses enkripsi/dekripsi tergantung pada kunci (key) rahasia yang hanya diketahui oleh pengirim dan penerima. Ketika kunci dan enkripsi ini digunakan, sulit bagi penyadap untuk mematahkan ciphertext, sehingga komunikasi data antara pengirim dan penerima aman.


·         Pemonitoran terjadwal terhadap jaringan


Proses memonitor dan melakukan administrasi terhadap keamanan jaringan dapat dilakukan dengan melakukan pengauditan sistem Log pada server tertentu oleh administrator jaringan. Tujuannya adalah mengidentifikasi gangguan dan ancaman keamanan yang akan terjadi pada jaringan.



4. Bagaimana cara mengamankan jaringan yang digunakan pada teknologi sistem informasi?
Secara umum ada enam (6) langkah besar yang mungkin bisa digunakan untuk mengamankan jaringan & sistem komputer dari serangan hacker. Adapun langkah tersebut adalah:

1. Membuat Komite Pengarah Keamanan.


2. Mengumpulkan Informasi


3. Memperhitungkan Resiko


4. Membuat Solusi


5. Implementasi & Edukasi / Pendidikan.


6. Terus Menerus Menganalisa, dan Meresponds.


Langkah 1: Membuat Komite Pengarah Keamanan.


Komite pengarah sangat penting untuk dibentuk agar kebijakan keamanan jaringan dapat diterima oleh semua pihak. Agar tidak ada orang terpaksa, merasa tersiksa, merasa akses-nya dibatasi dalam beroperasi di jaringan IntraNet mereka. Dengan memasukan perwakilan dari semua bidang / bagian, maka masukan dari bawah dapat diharapkan untuk dapat masuk & di terima oleh semua orang.


Dengan adanya komite pengarah ini, akan memungkinkan terjadi interaksi antara orang teknik / administrator jaringan, user & manajer. Sehingga dapat dicari kebijakan yang paling optimal yang dapat di implementasikan dengan mudah secara teknis.


Langkah 2: Mengumpulkan Informasi


Sebelum sebuah kebijakan keamanan jaringan di implementasikan, ada baiknya proses audit yang lengkap dilakukan. Tidak hanya mengaudit peralatan & komponen jaringan saja, tapi juga proses bisnis, prosedur operasi, kesadaran akan keamanan, aset. Tentunya proses audit harus dari tempat yang paling beresiko tinggi yaitu Internet; berlanjut pada home user & sambungan VPN. Selain audit dari sisi external, ada baiknya dilakukan audit dari sisi internet seperti HRD dll.


Langkah 3: Memperhitungkan Resiko


Resiko dalam formula sederhana dapat digambarkan sebagai:


Resiko = Nilai Aset * Vurnerability * Kemungkinan di Eksploit


Nilai aset termasuk nilai uang, biaya karena sistem down, kehilangan kepercayaan mitra / pelanggan. Vurnerability termasuk kehilangan data total / sebagian, system downtime, kerusakan / korupsi data.


Dengan mengambil hasil dari langkah audit yang dilakukan sebelumnya, kita perlu menanyakan:


• Apakah kebijakan keamanan yang ada sekarang sudah cukup untuk memberikan proteksi?


• Apakah audit secara eksternal berhasil memvalidasi ke keandalan kebijakan keamanan yang ada?


• Adakah proses audit mendeteksi kelemahan & belum tertuang dalam kebijakan keamanan?


• Apakah tingkat keamanan, setara dengan tingkat resiko?


• Apa aset / informasi yang memiliki resiko tertinggi?


Dengan menjawab pertanyaan di atas merupakan titik awal untuk mengevaluasi kelengkapan kebijakan informasi yang kita miliki. Dengan mengevaluasi jawaban di atas, kita dapat memfokuskan pada solusi yang sifatnya macro & global terlebih dulu tanpa terjerat pada solusi mikro & individu.


Langkah 4: Membuat Solusi


Pada hari ini sudah cukup banyak solusi yang sifatnya plug’n’play yang dapat terdapat di pasar. Sialnya, tidak ada satu program / solusi yang ampuh untuk semua jenis masalah. Oleh karena kita kita harus pandai memilih dari berbagai solusi yang ada untuk berbagai kebutuhan keamanan. Beberapa di antaranya, kita mengenal:


• Firewall.


• Network Intrusion Detection System (IDS).


• Host based Intrusion Detection System (H-IDS).


• Application-based Intrusion Detection System (App-IDS).


• Anti-Virus Software.


• Virtual Private Network (VPN).


• Two Factor Authentication.


• Biometric.


• Smart cards.


• Server Auditing.


• Application Auditing.


• Dll – masih ada beberapa lagi yang tidak termasuk kategori di atas.


Langkah 5: Implementasi & Edukasi / Pendidikan.


Setelah semua support diperoleh maka proses implementasi dapat di lakukan. Proses instalasi akan sangat tergantung pada tingkat kesulitan yang harus di hadapi. Satu hal yang harus di ingat dalam semua proses implementasi adalah proses pendidikan / edukasi jangan sampai dilupakan. Proses pendidikan ini harus berisi:


• Detail dari sistem / prosedur keamanan yang baru.


• Effek dari prosedur keamanan yang baru terhadap aset / data perusahaan.


• Penjelasan dari prosedur & bagaimana cara memenuhi goal kebijakan keamanan yang baru.


Peserta harus di jelaskan tidak hanya bagaimana / apa prosedur keamanan yang dibuat, tapi juga harus dijelaskan mengapa prosedur keamanan tersebut di lakukan.


Langkah 6: Terus Menerus Menganalisa, dan Meresponds.


Sistem selalu berkembang, oleh karena itu proses analisa dari prosedur yang dikembangkan harus selalu dilakukan. Selalu berada di depan, jangan sampai ketinggalan informasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar